Lagi-lagi, fenomena unik kembali muncul di telinga
masyarakat, mereka kini digegerkan dengan munculnya seseorang yang mengaku
sebagai Nabi Isa, sang pelengkap agama islam yang dalam hadits nabi pernah
dijelaskan bahwa Isa akan muncul dan diturunkan ke bumi pada akhir zaman
sebelum kiamat tiba. Nama aslinya adalah Gus Jari, asal kota santri Jombang,
seseorang yang mengaku sebagai Nabi Isa lantaran pernah menerima ilham atau
perintah dari bisikan ghaib, dia berkisah bahwa beberapa waktu silam bahwa ia
mendapat bisikan yang berbunyi dua kalimat syahadat dengan penambahan kata “wa
Isa Habibullah”.
Dari sekian banyak warga
Indonesia yang pernah mengaku Nabi, Gus jari menjadi fenomena terupdate, nabi
terbaru yang muncul di permukaan. Unik memang, orang-orang yang mengaku sebagai
utusan Tuhan atas dasar bisikan Ghaib di zaman dimana beberapa masyarakat sudah
mencapai kemapanan pemahaman akan islam. Entah sudah berapa orang yang mengaku
Nabi, kalau terus menerus bermunculan orang-orang serupa harusnya MUI bisa saja
menerbitkan SK Kenabian, hehe.
Orang-orang yang tersilaukan akan
kepandaian retorika nabi-nabi palsu hanyalah orang-orang dengan minim
pengetahuan islam, atau mungkin orang-orang pinggiran yang mengalami dehidrasi
akan siraman rohani. Dari sekian banyak nabi yang sudah bermunculan, kalau
ditelisik memang mereka belum berhasil memikat mayoritas muslim di Indonesia, kalau-pun
dia berani mempublikasikan diri, bakal muncul ribuan hujatan yang siap ia
terima. Cara mereka membikin sensasi sungguh menggelitik, mengaku Nabi atau
bahkan Malaikat. Lucunya, si Gus Jari ini malah menantang untuk dihadirkan
dalam sebuah forum diskusi dengan beberapa Kiai di Jawatimur, istilahnya dalam
jawa “ulo marani gepuk”, kok sebegitu beraninya, lha gelar “gus” yang ia
sandang saja masih menimbulkan keraguan apa memang ia benar “gus” adanya atau
hanya “gus” abal-abal.
Kota
Jombang yang sudah begitu masyhur dikenal sebagai kota santri, kota tempat
kelahiran tokoh-tokoh islam nasional, malah kota ini ternoda dengan warganya
sendiri yang mengaku Nabi, agaknya bahwa Kiai-Kiai asal Jombang tidak perlu
repot-repot turun tangan menghadapi si “Jari” cukup santrinya saja yang
diturunkan. Gus Jari entah mulai risau atau bisa saja malah bangga bahwa nabi
baru ini mulai dikenal publik setelah sepuluh tahun lebih, kini ia sudah numpang
tenar lewat media elektronik. Nabi Jari alias Isa, atau lebih tepatnya, ia
adalah ISA “jarene dewe” ealah dasar Gus Jare.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar