Kamis, 18 Februari 2016

MENGAKU NABI, GUS JAR-(E)-I



Lagi-lagi, fenomena unik kembali muncul di telinga masyarakat, mereka kini digegerkan dengan munculnya seseorang yang mengaku sebagai Nabi Isa, sang pelengkap agama islam yang dalam hadits nabi pernah dijelaskan bahwa Isa akan muncul dan diturunkan ke bumi pada akhir zaman sebelum kiamat tiba. Nama aslinya adalah Gus Jari, asal kota santri Jombang, seseorang yang mengaku sebagai Nabi Isa lantaran pernah menerima ilham atau perintah dari bisikan ghaib, dia berkisah bahwa beberapa waktu silam bahwa ia mendapat bisikan yang berbunyi dua kalimat syahadat dengan penambahan kata “wa Isa Habibullah”.
Dari sekian banyak warga Indonesia yang pernah mengaku Nabi, Gus jari menjadi fenomena terupdate, nabi terbaru yang muncul di permukaan. Unik memang, orang-orang yang mengaku sebagai utusan Tuhan atas dasar bisikan Ghaib di zaman dimana beberapa masyarakat sudah mencapai kemapanan pemahaman akan islam. Entah sudah berapa orang yang mengaku Nabi, kalau terus menerus bermunculan orang-orang serupa harusnya MUI bisa saja menerbitkan SK Kenabian, hehe.
Orang-orang yang tersilaukan akan kepandaian retorika nabi-nabi palsu hanyalah orang-orang dengan minim pengetahuan islam, atau mungkin orang-orang pinggiran yang mengalami dehidrasi akan siraman rohani. Dari sekian banyak nabi yang sudah bermunculan, kalau ditelisik memang mereka belum berhasil memikat mayoritas muslim di Indonesia, kalau-pun dia berani mempublikasikan diri, bakal muncul ribuan hujatan yang siap ia terima. Cara mereka membikin sensasi sungguh menggelitik, mengaku Nabi atau bahkan Malaikat. Lucunya, si Gus Jari ini malah menantang untuk dihadirkan dalam sebuah forum diskusi dengan beberapa Kiai di Jawatimur, istilahnya dalam jawa “ulo marani gepuk”, kok sebegitu beraninya, lha gelar “gus” yang ia sandang saja masih menimbulkan keraguan apa memang ia benar “gus” adanya atau hanya “gus” abal-abal.
                Kota Jombang yang sudah begitu masyhur dikenal sebagai kota santri, kota tempat kelahiran tokoh-tokoh islam nasional, malah kota ini ternoda dengan warganya sendiri yang mengaku Nabi, agaknya bahwa Kiai-Kiai asal Jombang tidak perlu repot-repot turun tangan menghadapi si “Jari” cukup santrinya saja yang diturunkan. Gus Jari entah mulai risau atau bisa saja malah bangga bahwa nabi baru ini mulai dikenal publik setelah sepuluh tahun lebih, kini ia sudah numpang tenar lewat media elektronik. Nabi Jari alias Isa, atau lebih tepatnya, ia adalah ISA “jarene dewe” ealah dasar Gus Jare.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar