Selasa, 23 Februari 2016

PENYADAPAN



Ada satu kebiasaan yang sering saya lakukan ketika mengikuti pengajian, perbincangan dengan teman atau mungkin berbincang sendiri, yaitu merekam lewat handphone, bagi saya itu adalah momen yang tak datang dua kali,maka wajar jika saya merekamnya dengan harapan hasilnya akan jadi referensi atau sumber mutholaah yang bermanfaat bagi saya di kemudian hari. Tiap hari selasa malam rabu, ada majlis pengajian yang diasuh oleh Ustadz Nashrullah, saya selalu mengikutinya, bahkan saya akan lemas ketika tiba-tiba ada pemberitahuan kalau pengajian diliburkan karena saking antusiasnya saya mengikuti forum penuh mauidzoh dan kalam hikmah dari beliau.
Suatu saat, saya berinisiatif untuk merekam pengajian tersebut, saya duduk tepat di depan beliau, dengan sopan saya mengeluarkan HP saya dan meletakkan tepat di depan saya, itu berlangsung dalam beberapa pertemuan. Akhirnya saya merenung, berpikir apakah aktivitas merekam saya menjadi sebuah tindakan yang kurang sopan ketika beliau tidak mengetahuinya ? hingga saya memutuskan untuk meminta izin beliau melalui SMS, dan alhamdulillah beliau memberi izin kepada saya untuk merekamnya. Saya sangat senang karena memang menurut saya nasihat-nasihat beliau sangat bermanfaat bagi saya.
Kalau lagi nongkrong dengan sahabat-sahabat, ketika ada yang membuka sebuah pembahasan yang bermanfaat, seketika saya setel HP ke mode rekaman, saya dekatkan ke si pembicara dan saya balik HP agar tak terlihat bahwa HP itu sedang melakukan “penyadapan”. Saya selalu memancing dengan pertanyaan-pertanyaan agar  diskusi tetap jalan. Bahkan ketika ada pemberitahuan masuk ke HP saya, bakal saya acuhkan.
Mulai saat itu saya kegandrungan merekam suara-suara dari orang-orang yang menuturkan sesuatu yang baik, entah itu dari Kiai, Guru ataupun teman. File-file rekaman saya himpun di folder khusus dan saya convert ulang agar kualitas suara menjadi lebih bagus dan jelas. Ini adalah usaha saya untuk menghimpun ilmu-ilmu dari sosok-sosok yang mau berbagi ilmu dan pengalaman. Adalah daya ingat saya yang lemah dan daya rekam otak saya tidak sebagus orang-orang jenius yang mampu menangkan dan menyompan apa yang ia dengar dan lihat, dan inilah usaha saya untuk melestarikan kebaikan-kebaikan orang lain melalui rekaman saya, dan saya manfaatkan sebagi konsumsi pribadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar