Senin, 09 Maret 2015

Bumi Tuhan



Ketika kau singgah ke belahan bumi yang lain, potensi untuk menggapai sukses dan mangeruk rizki Tuhan selalu terbuka lebar. Berbekal kejelian memilih celah untuk potensi diri yang lebih pantas di singgahan lain. Mahluk tuhan yang belum pernah kau tatap sudah di'setting' tuhan' sebagai lahan potensimu. Selagi ada waktu, asah apa yang kau anggap bisa namun tetaplah mencari tahu pengetahuan lain sebagai tiang-tiang penyanggah potensimu.
Bumi Tuhan tak akan sepenuhnya jadi bumi manusia sepenuhnya, keyakinan berbekal potensi dan pengetahuan akan jadi kunci untuk bumi yang baru kau singgah. Bumi tuhan memang bukan sepenuhnya bumi manusia, namun Tuhan begitu kaya, Dia menyilahkan manusiaNya 'menggarap' bumiNya dengan segala potensinya dengan izinNya. Kalaulah manusia tak mampu Mengeruk rizkinya, jajaki bumi tuhan yang lain.
Tuhan benar-benar murka pada manusiaNya yang enggan menggerakkan tangannya dengan potensinya, untunglah Tuhan maha pemaaf, bisakah kau bayangkan jika Tuhan tak memiliki sifat, jadi apa manusia-manusia fasiq di bumi ini. Bagi Tuhan, kefasikan adalah kelalaian yang luar biasa, Tuhan 'merawat' manusia dengan sempurna namun manusia membalas dengan 'kelupaan' yang cepat dan menjadi 'biasa lupa'. Tuhan suka manusia yang tak lalai, Tuhan suka manusia yang menggarap bumiNya, Tuhan lebih suka pada manusia penggarap bumi yang tak lalai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar