Ketika kau singgah ke belahan bumi yang
lain, potensi untuk menggapai sukses dan mangeruk rizki Tuhan selalu terbuka
lebar. Berbekal kejelian memilih celah untuk potensi diri yang lebih pantas di singgahan
lain. Mahluk tuhan yang belum pernah kau tatap sudah di'setting' tuhan' sebagai
lahan potensimu. Selagi ada waktu, asah apa yang kau anggap bisa namun tetaplah
mencari tahu pengetahuan lain sebagai tiang-tiang penyanggah potensimu.
Bumi Tuhan tak akan sepenuhnya jadi bumi
manusia sepenuhnya, keyakinan berbekal potensi dan pengetahuan akan jadi kunci
untuk bumi yang baru kau singgah. Bumi tuhan memang bukan sepenuhnya bumi
manusia, namun Tuhan begitu kaya, Dia menyilahkan manusiaNya 'menggarap'
bumiNya dengan segala potensinya dengan izinNya. Kalaulah manusia tak mampu Mengeruk
rizkinya, jajaki bumi tuhan yang lain.
Tuhan benar-benar murka pada manusiaNya
yang enggan menggerakkan tangannya dengan potensinya, untunglah Tuhan maha
pemaaf, bisakah kau bayangkan jika Tuhan tak memiliki sifat, jadi apa
manusia-manusia fasiq di bumi ini. Bagi Tuhan, kefasikan adalah kelalaian yang
luar biasa, Tuhan 'merawat' manusia dengan sempurna namun manusia membalas
dengan 'kelupaan' yang cepat dan menjadi 'biasa lupa'. Tuhan suka manusia yang
tak lalai, Tuhan suka manusia yang menggarap bumiNya, Tuhan lebih suka pada
manusia penggarap bumi yang tak lalai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar