Pemberdayaan alumni, mengakar kuat di tingkat
regional, wilayah hingga nasional. Pembentukan karakter ala filosofi pesantren,
pembentukan mental santri. Santri berdiri diatas bumi pertiwi, bersarung
berkopyah, berdandan ala santri dimanapun bumi dipijak. Berapa banyak santri
yang bertahan bersarung di tengah kumpulan orang bercelana. Identitas santri,
melekat hingga lubuk hati. Santri nusantara, pengemis ilmu agama dan kearifan
nusantara. Mencari jati diri di tengah hiruk pikuk globalisasi. Coba saja cari
di google, apa maknanya atau wikipedia sekalipun apa definisi santri, coba saja
cari dimanakah pesantren berdiri, ribuan mewarnai gugusan pulau bumi pertiwi,
menyandingkan panji bendera pesantren dengan panji merah putih suci, karena
santri bukan tipikal manusia yang lupa diri dan tak tau diri. Santri tahu, dari
bumi mana nasi yang ia konsumsi, dari bumi mana pohon tumbuh berdiri. Santri
harus tahu mana yang harus diperjuangkan, dan yang harus direlakan, bangsa ini
besar mungkin saja santri ikut andil dalam proses pembangunannya. Santri tahu
bumi mana yang ia pijak, pertiwi ini dihuni rakyat yang beragam, dan santri
harus tahu bagaimana cara terbaik bertoleransi. Baiklah, harus ada nama yang
dimunculkan untuk memperkuat argumen ini, sebut saja KH Wahid Hasyim, anggota
BPUPKI, salah seorang pencetus piagram jakarta yang selanjutnya diikrarkan
menjadi pembukaan uud 45, KH. Abdurrahman Wahid, presiden ke 4, bapak demokrasi,
yang memperoleh berbagi gelar internasional, mungkin gus dur adalah salah satu
tokoh yang paling memanusiakan manusia. KH. Din Syamsuddin, tokoh agama yang
saat ini menjabat ketua MUI. Berbagai tokoh diatas, ketika seseorang
menanyainya 'apakah anda santri?' maka mereka akan segera berkata 'saya santri,
dan masih santri'. Masih ada sosok-sosok lain yang pernah berjuang merebut dan
mempertahankan kemerdekaan bangsa.
Santri-santri, jangan cepat berbangga diri
sebelum memberi sumbangsih ke negeri ini. Menganalisa, mencari solusi,
memperbaiki, menemukan racikan jitu untuk negeri. Santri-santri, kalau orang
menyincingkan baju untuk bergelut, maka santri perlu menyincing sarung,
mengangkat sedikit kopyahnya, dan siap berkarya untuk bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar