Sabtu, 14 Maret 2015

Script-Sweat



Perpustakaan ...
Tempat yang paling jarang aku kunjungi, harusnya tempat itu-lah yang ku buat mencari informasi untuk bekal bereksplorasi. Perpustakaan kampusku, menurutku yang terbaik, gedung berlantai tiga, dengan prosedur 'gate' yang bagus, jangan coba2 masuk perpus kalau tak memegang ktm atau kartu sakti. ketika bunyi 'tiit' tak terdengar, tanda tak boleh masuk. Perpustaan kampusku, ribuan koleksi buku, media katalog digital yang sangat membantu. Suatu saat ketika ku memasuki ruang khusus skripsi, ku bertemu dengan salah seorang teman, Ku berbincang ringan dengannya. Saking butuhnya aku mencari sumber buat tambahan skripsiku, ku punya niat lucu waktu itu. Ku bilang ke temenku ' aku tahu cara efektif membawa tumpukan skripsi tanpa harus ketahuan petugas', lantas dia bertanya 'apa bang?'. Ku jawab dengan detail ' coba kau lihat di atas kepalamu, ada sensor api, ku bisa saja menyalakan alarm kebakaran tanpa memencet tombol emergency, ku cukup membawa korek dan menyalakan api di dekat sensor itu'. 'lantas bang?' tanya dia lugu. ' alarm akan menyala, dan pengunjung akan lari tunggang langgang'. ' dan saat itu ku ambil tumpukan skripsi sambil ikut lari-lari, hehehe' jawabku sambil senyum kecut.
'skripsi ini menyiksaku' gumamku sambil menarik napas panjang.
'tak pernah terbayang akan berakhir selama ini, bahkan saat maba pun tak pernah terlintas di otakku kalau kuliahku bakal serumit ini'
Ku bolak balik halaman skripsi yang ku pinjam, dan aku tak menemukan yang ku cari. Entahlah ...
'skripsi, sekrispi, skriptis, striptis, skripsweet, skripsweat, sekrik-krik'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar