Perpustakaan ...
Tempat yang paling jarang aku kunjungi,
harusnya tempat itu-lah yang ku buat mencari informasi untuk bekal
bereksplorasi. Perpustakaan kampusku, menurutku yang terbaik, gedung berlantai
tiga, dengan prosedur 'gate' yang bagus, jangan coba2 masuk perpus kalau tak
memegang ktm atau kartu sakti. ketika bunyi 'tiit' tak terdengar, tanda tak
boleh masuk. Perpustaan kampusku, ribuan koleksi buku, media katalog digital
yang sangat membantu. Suatu saat ketika ku memasuki ruang khusus skripsi, ku
bertemu dengan salah seorang teman, Ku berbincang ringan dengannya. Saking
butuhnya aku mencari sumber buat tambahan skripsiku, ku punya niat lucu waktu
itu. Ku bilang ke temenku ' aku tahu cara efektif membawa tumpukan skripsi
tanpa harus ketahuan petugas', lantas dia bertanya 'apa bang?'. Ku jawab dengan
detail ' coba kau lihat di atas kepalamu, ada sensor api, ku bisa saja
menyalakan alarm kebakaran tanpa memencet tombol emergency, ku cukup membawa
korek dan menyalakan api di dekat sensor itu'. 'lantas bang?' tanya dia lugu. '
alarm akan menyala, dan pengunjung akan lari tunggang langgang'. ' dan saat itu
ku ambil tumpukan skripsi sambil ikut lari-lari, hehehe' jawabku sambil senyum
kecut.
'skripsi ini menyiksaku' gumamku sambil menarik
napas panjang.
'tak pernah terbayang akan berakhir selama ini,
bahkan saat maba pun tak pernah terlintas di otakku kalau kuliahku bakal
serumit ini'
Ku bolak balik halaman skripsi yang ku pinjam,
dan aku tak menemukan yang ku cari. Entahlah ...
'skripsi, sekrispi, skriptis, striptis, skripsweet, skripsweat, sekrik-krik'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar