Kesombongan seringkali menyisakan sebuah dampak
kerusakan atau bahkan kehilangan, sombong akan apa yang sudah di tangan, atau
bahkan ada juga yang menyombongkan sesuatu yang belum dimiliki. Sombong itu
bukan sifat manusia seharusnya, itu layak disandingkan hanya kepada Tuhan,
tragedi diturunkannya adam ke bumi adalah sebab congkaknya iblis, dia yang
merasa lebih mulia dibanding manusia merasa lebih patut jadi penghuni surga,
lantas iblis sombong dan mencoba memanfaatkan kelalaian adam. Tragedi sombong
dan lalai, awal mula semua terjadi, hingga saat ini banyak manusia yang
memiliki sifat Tuhan itu, sombong dan congkak, lantas apa balasannya, kemana
lagi si manusia diturunkan, apa yang diturunkan, ada banyak pilihan Tuhan
menghukum manusia, bisa saja harga diri manusia diturunkan, harta benda dibumi
hanguskan, atau bahkan lebih buruk, dibinasakan turun ke bumi lebih dalam.
Manusia memiliki kepala yang lunak dan elastis, cepat besar ketika disanjung
atau mendapat keuntungan tertentu, dan cepat kempes ketika sial dan cobaan
datang bertubi. Maka, sewajarnya adalah memiliki sifat rehdah hati, turun ke
bumi, membumi karena bakal kembali ke bumi. Kepala dan tangan menengadah ketika
nama Tuhan yang ia sebut. Sombong dan lalai harus dilawan dengan tawadlu' dan
waspada, bahwa tak setiap waktu manusia ingat tuhan dan asal muasalnya ia
dicipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar