Selasa, 17 Maret 2015

sombong

Kesombongan seringkali menyisakan sebuah dampak kerusakan atau bahkan kehilangan, sombong akan apa yang sudah di tangan, atau bahkan ada juga yang menyombongkan sesuatu yang belum dimiliki. Sombong itu bukan sifat manusia seharusnya, itu layak disandingkan hanya kepada Tuhan, tragedi diturunkannya adam ke bumi adalah sebab congkaknya iblis, dia yang merasa lebih mulia dibanding manusia merasa lebih patut jadi penghuni surga, lantas iblis sombong dan mencoba memanfaatkan kelalaian adam. Tragedi sombong dan lalai, awal mula semua terjadi, hingga saat ini banyak manusia yang memiliki sifat Tuhan itu, sombong dan congkak, lantas apa balasannya, kemana lagi si manusia diturunkan, apa yang diturunkan, ada banyak pilihan Tuhan menghukum manusia, bisa saja harga diri manusia diturunkan, harta benda dibumi hanguskan, atau bahkan lebih buruk, dibinasakan turun ke bumi lebih dalam. Manusia memiliki kepala yang lunak dan elastis, cepat besar ketika disanjung atau mendapat keuntungan tertentu, dan cepat kempes ketika sial dan cobaan datang bertubi. Maka, sewajarnya adalah memiliki sifat rehdah hati, turun ke bumi, membumi karena bakal kembali ke bumi. Kepala dan tangan menengadah ketika nama Tuhan yang ia sebut. Sombong dan lalai harus dilawan dengan tawadlu' dan waspada, bahwa tak setiap waktu manusia ingat tuhan dan asal muasalnya ia dicipta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar